A. ILMU
KLASIFIKASI ILMU
v Definisi
Ilmu
Menurut KBBI : Sebagai pengetahuan tentang suatu bidang
yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan
untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu
Menurut Para Ahli ;
Nazir : Ilmu adalah
pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari mana dapat
disimpulkan dalil – dalil tertentu menurut kaidah – kaidah umum.
Moh.
Hatta : Ilmu
adalah pengetahuan yang teratur
tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama
tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut
bangunannya dari dalam.
Syahruddin Kasim : Ilmu pengetahuan adalah pancaran
hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah sang pencipta yang berasal dari proses
interaksi fenomena fitrawimelalui dimensi hati, akal, nafsu yang rasional
empirik dan hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta demi untuk menyempurnakan
tanggung jawab kekhalifan.
Soerjono
Soekanto : Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun sistematis
dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan dimana selalu dapat
diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang
mengetahuinya.
Asle
Montagu : Pengertian ilmu pengetahuan menurut Asle Montagu dalam
bukunya the cultured man adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang
berasal dari pengalaman, studi dan percobaan yang telah dilakukan dipakai untuk
menentukan hakikat prinsip tentang hak yang sedang dipelajari.
V.Afayanev : Pengertian ilmu pengetahuan dalam buknya Marxist
Philosophy adlaah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran
Karl Pearson : Ilmu
adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta
pengalaman dengan istilah yang sederhana
v Sejarah
Ilmu
Sejarah
ilmu pada dasarnya merupakan sejarah pikiran umat manusia terlepas dari asal
usul kebangsaan maupun asal mula negara, dan pembagian lintasan sejarah ilmu
yang paling tepat adalah menurut urutan waktu dan bukan berdasarkan pembagian
negara, lintasan sejarah ilmuterbaik mengikuti pembagian kurun waktu dari satu
zaman yang terdahulu ke zaman berikutnya,zaman tertua dari pertumbuhan ilmu
adalah zaman kuno yang merentang antara tahun kuranglebih 4000 SM- 400M.
Zaman
kuno ini dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. ± 4000- 6000 s.M : Masa Mesir dan Babilon
2. 600-30 s.M : Masa Yunani Kuno
3. 30 SM-400 M : Masa Romawi
Perkembangan filsafat Barat dibagi menjadi beberapa periodesasi yang didasarkan atas ciri yang dominan pada zaman tersebut. Periode-periode tersebut adalah :
1. Zaman
Yunani Kuno (Abad 6SM-6M)
Ciri pemikirannya adalah
kosmosentris, yakni mempertanyakan asal usul alam semesta dan jagad raya
sebagai salah satu upaya untuk menemukan asal mula (arche) yang merupakan unsur awal terjadinya gejala. Dan
beberapa tokoh filosof pada zaman ini menyatakan pendapatnya tentang arche, antara lain :
Thales (640- 550
SM)
: arche berupa
air
Anaximander (611-545 SM)
: arche berupa apeiron (sesuatu yang tidak
terbatas)
Anaximenes (588-524
SM) : arche berupa
udara
Phytagoras (580-500
SM) : arche dapat diterangkan atas dasar bilangan-bilangan.
Selain keempat tokoh di atas ada dua
filosof, yakni Herakleitos (540-475 SM) dan Parmindes (540-475 SM) yang
mempertanyakan apakah realitas itu berubah, bukan menjadi sesuatu yang tetap.
Pemikir Yunani lain yang merupakan salah satu yang berperan penting dalam
pengembangan ilmu pengetahuan adalah Demokritos (460-370 SM) yang menegaskan
bahwa realitas terdiri dari banyak unsur yang disebut dengan atom (atomos, dari a-tidak, dan tomos-terbagi). Selain itu, filosof
yang sering dibicarakan adalah Socrates (470-399 SM) yang langsung menggunakan
metode filsafat langsung dalam kehidupan sehari-hari yang dikenal dengan
dialektika (dialegesthai) yang
artinya bercakap-cakap. Hal ini pula yang diteruskan oleh Plato (428-348
SM). Dan pemikiran filsafat masa ini mencapai puncaknya pada seorang
Aristoteles (384-322 SM) yang mengatakan bahwa tugas utama ilmu pengetahuan
adalah mencari penyebab-penyebab obyek yang diselidiki. Ia pun berpendapat
bahwa tiap kejadian harus mempunyai empat sebab, antara lain penyebab material,
penyebab formal, penyebab efisien dan penyebab final.
2. Zaman
Pertengahan (6-16M)
Ciri
pemikiran pada zaman ini ialah teosentris yang menggunakan pemikiran filsafat
untuk memperkuat dogma agama Kristiani. Pada zaman ini pemikiran Eropa
terkendala oleh keharusan kesesuaian dengan ajaran agama. Filsafat Agustinus
(354-430) yang dipengaruhi oleh pemikiran Plato, merupakan sebuah pemikiran
filsafat yang membahas mengenai keadaan ikut ambil bagian, yakni suatu
pemikiran bahwa pengetahuan tentang ciptaan merupakan keadaan yang menjadi
bagian dari idea-idea Tuhan. Sedangkan Thomas Aquinas (1125-1274) yang
mengikuti pemikiran filsafat Aristoteles, menganut teori penciptaan dimana
Tuhan menghasilkan ciptaan dari ketiadaan. Selain itu, mencipta juga berarti
terus menerus menghasilkan serta memelihara ciptaan.
3.
Zaman Renaissans (14-16M)
Merupakan
suatu zaman yang menaruh perhatian dalam bidang seni, filsafat, ilmu
pengetahuan dan teknologi. Zaman ini juga dikenal dengan era kembalinya
kebebasan manusia dalam berpikir. Tokoh filosof zaman ini diantaranya adalah
Nicolaus Copernicus (1473-1543) yang mengemukakan teori heliosentrisme, yang
mana matahari merupakan pusat jagad raya. Dan Francis Bacon (1561-1626) yang menjadi
perintis filsafat ilmu pengetahuan dengan ungkapannya yang terkenal “knowledge is power”
4. Zaman
Modern (17-19M)
Filsafat
zaman ini bercorak antroposentris, yang menjadikan manusia sebagai pusat
perhatian penyelidikan filsafati. Selain itu, yang menjadi topik utama ialah
persoalan epistemologi.
a. Rasionalisme
Aliran
ini berpendapat bahwa akal merupakan sumber pengetahuan yang memadai dan dapat
dipercaya. Pengalaman hanya dipakai untuk menguatkan kebenaran pengetahuan yang
telah diperoleh melalui akal. Rene Descartes (1598-1650) yang juga merupakan
pendiri filsafat modern yang dikenal dengan pernyataannya Cogito Ergo Sum (aku berpikir,
maka aku ada).
b. Empirisisme
Menyatakan
bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah pengalaman, baik lahir maupun batin. Akal
hanya berfungsi dan bertugas untuk mengatur dan mengolah data yang diperoleh
dari pengalaman. Metode yang digunakan adalah a posteriori(berdasarkan atas hal-hal yang terjadi pada
kemudian). Dipelopori oleh Francis Bacon yang memperkenalkan metode eksperimen.
c. Kritisisme
Sebuah
teori pengetahuan yang berupaya untuk menyatukan dua pandangan yang berbeda
antara Rasionalisme dan Empirisme yang dipelopori oleh Immanuel Kant
(1724-1804). Ia berpendapat bahwa pengetahuan merupakan hasil yang diperoleh
dari adanya kerjasama antara dua komponen, yakni yang bersifat pengalaman
inderawi dan cara mengolah kesan yang nantinya akan menimbulkan hubungan antara
sebab dan akibat.
d. Idealisme
Berawal
dari penyatuan dua Idealisme yang berbeda antara Idealisme Subyektif (Fitche)
dan Idealisme Obyektif (Scelling) oleh Hegel (1770-1931). Hegel berpendapat
bahwa pikiran merupakan esensi dari alam dan alam ialah keseluruhan jiwa yang
diobyektifkan.
e. Positivisme
Semboyannya
yang sangat dikenal adalah savoir
pour prevoir oleh August Comte, yang artinya mengetahui supaya siap
untuk bertindak. Maksudnya ialah manusia harus mengetahui gejala-gejala dan
hubungan-hubungan antar gejala sehingga ia dapat meramalkan apa yang akan
terjadi.
f. Marxisme
Marx
mengajarkan bahwa sejarah dijalankan oleh suatu logika tersendiri, dan motor
sejarah terdiri hukum-hukum sosial ekonomis.
5. Zaman
Kontemporer (Abad ke-20 dan seterusnya)
Pada
zaman ini muncul berbagai aliran filsafat dan kebanyakan dari aliran-aliran
tersebut merupakan kelanjutan dari aliran-aliran filsafat yang pernah
berkembang pada zaman sebelumnya, seperti Neo-Thomisme, Neo-Marxisme,
Neo-Positivisme dan sebagainya.
§ Karakteristik Ilmu
1. Logis
atau Masuk Akal, sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan yang diakui
kebenarannya.
2.
Objektif, sesuai berdasarkan objek yang dikaji dan didukung dari
fakta impiris.
3.
Metodik, diperoleh dari cara tertentu dan teratur yang dirancang, diamati dan
terkontrol.
4.
Sistematik, disusun dalam satu sistem satu dengan saling berkaitan
dan menjelaskan sehingga satu kesatuan.
5. Berlaku umum atau universal, berlaku untuk siapapun dan dimana
pun, dengan tata cara dan variabel eksperimentasi yang lama untuk hasil yang
sama.
6.
Kumulatif berkembang dan tentatif, ilmu pengetahuan selalu bertambah
yang hadir sebagai ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan yang salah harus
diganti dengan yang benar disebut sifat tentatif.
§ Klasifikasi
Ilmu serta Perbedaannya
·
Herbert Spencer, membagi ilmu atas dasar
bentuk pemikirannya/objek formal, atau tujuan yang hendak dicapai, dia membagi
ilmu ke dalam dua kelompok yaitu :
1. Ilmu murni
(pure science). Ilmu murni adalam ilmu yang maksud pengkajiannya hanya
semata-mata memperoleh prinsi-prinsip umum atau teori baru tanpa memperhatikan
dampak praktis dari ilmu itu sendiri, dengan kata lain ilmu untuk ilmu itu
sendiri.
2. Ilmu
terapan (applied science), ilmu yang dimaksudkan untuk diterapkan dalam
kehidupan paraktis di masyarakat.
· Stuart Chase membagi ilmu pengetahuan sebagai berikut :
1. Ilmu-Ilmu
pengetahuan alam (natural sciences)
Biologi, antropologi fisik, ilmu
kedokteran, ilmu farmasi, ilmu pertanian, ilmu pasti, ilmu alam, geologi dab sebagainya
2. Ilmu-ilmu
kemasyarakatan
Ilmu hokum, Ilmu ekonomi, Ilmu jiwa social, Ilmu bumi social, Sosiologi, Antropologi
budaya dan social, Ilmu sejarah, Ilmu politik, Ilmu
pendidikan, Publisistik dan jurnalistik, ya
3. Humaniora
Ilmu agama, Ilmu filsafat, Ilmu Bahasa, Ilmu seni, Ilmu jiwa
·
Ilmu terbagi menurut jenis-jenis di dalam suatu kelompok mengacu pada obyek formalnya. Pada
tahap awal perkembangannya ilmu terdiri dari dua bagian yaitu :
1. trivium
yang terdiri dari :
agramatika, tata bahasa agar orang berbicara benar
dialektika, agar orang berfikir logis
retorika, agar orang berbicara indah
2. quadrivium
yang terdiri dari :
aritmetika, ilmu hitung
geometrika, ilmu ukur
musika, ilmu music
astronomis, ilmu perbintangan
·
Ilmu dapat digolongkan menjadi :
1. Natural Science (Ilmu Alam)
Ilmu alam adalah ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala
alam yang bersifat fisik, konstan dan bisa diamati secara kasat mata . Secara
harfiah ilmu alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu
dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum,
berlaku kapan pun dimana pun.
Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik &
nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan
bagi ilmu terapan, yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial, humaniora,
teologi, dan seni.
Cabang-cabang ilmu alam :
(a). Astronomi
(b). Biologi
(c). Ekologi
(d). Fisika
(e). Geologi
(f). Geografi
(g). Ilmu bumi
(h). Kimia
2. Social Science (Ilmu Sosial)
Secara harfiah Ilmu sosial adalah
sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan
dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan
humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia,
termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk
menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan
meliputi perilaku dan interaksi manusia pada masa kini dan masa lalu.
Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat
secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya
dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang,
beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metoda kuantitatif.
Demikian pula, pendekatan interdisiplin dan lintas-disiplin dalam penelitian sosial
terhadap perilaku manusia serta faktor sosial dan lingkungan yang
mempengaruhinya telah membuat banyak peneliti ilmu alam tertarik pada beberapa
aspek dalam metodologi ilmu sosial. Penggunaan metoda kuantitatif dan
kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan
manusia serta implikasi dan konsekuensinya.
Cabang-cabang ilmu sosial :
- Antropologi, yang mempelajari manusia pada
umumnya, dan khususnya antropologi budaya, yang mempelajari segi
kebudayaan masyarakat
- Ekonomi, yang mempelajari produksi dan pembagian
kekayaan dalam masyarakat
- Geografi, yang mempelajari lokasi dan variasi
keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi
- Hukum, yang mempelajari sistem aturan yang telah
dilembagakan
- Linguistik, yang mempelajari aspek kognitif dan
sosial dari bahasa
- Pendidikan, yang mempelajari masalah yang
berkaitan dengan belajar, pembelajaran, serta pembentukan karakter dan
moral
- Politik, yang mempelajari pemerintahan sekelompok
manusia (termasuk negara)
- Psikologi, yang mempelajari tingkah laku dan
proses mental
- Sejarah, yang mempelajari masa lalu yang
berhubungan dengan umat manusia
- Sosiologi, yang mempelajari masyarakat dan
hubungan antar manusia di dalamnya
3. Humanities (Ilmu Humaniora)
Ilmu Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang
mempelajari apa yang diciptakan atau diperhatikan manusia (dipertentangkan
dengan ilmu pengetahuan alam) (KBBI,1999).
Ilmu humaniora bertujuan memunculkan sosok yang
humanis yakni orang yang mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan
yang lebih baik, berdasarkan asas-asas perikemanusiaan, pengabdi kepentingan
sesama umat manusia.
– membebaskan pikiran untuk mandiri dalam
menemukan, memilih, dan memanfaatkan informasi
– membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti
lebih berbudaya.
Cabang-cabang Ilmu Humaniora :
- Bahasa
- Sastra
- Teologi
- Filsafat
- Ilmu Sejarah
- Kesenian
Sementara itu menurut ahli dari Malaysia mengklasifikasikan ilmu
pengetahuan sebagai berikut: Ilmu yang sifatnya “periksa” dapat dibagi menjadi
dua cabang besar yaitu:
1. Ilmu-ilmu alam bernyawa seperti biologi, kedokteran, dsb.
2. Ilmu-ilmu alam tak bernyawa seperti kimia, fisika, astronomi, dsb.
Ungkapan-ungkapan “perasaan (rasa)” orang saat berinteraksi antar sesamanya,
membuahkan
3. Ilmu untuk berinteraksi itu sendiri atau ilmu bahasa dan
4. Ilmu-ilmu sosial seperti filsafat, sejarah, politik, psikologi, ekonomi, administrasi, hukum, antropologi-sosial, demografi dsb.
4. Ilmu-ilmu sosial seperti filsafat, sejarah, politik, psikologi, ekonomi, administrasi, hukum, antropologi-sosial, demografi dsb.
The New Encyclopaedia Britannica membagi-kelompokkan sains yang dimiliki oleh manusia
berdasarkan beberapa pohon ilmu sebagai berikut:
- Logika
(logic)
a. Sejarah dan filsafat logika (History and philosophy of logic)
yang terdiri dari: sejarah logika (History of Logic), filsafat logika, (Philosophy
of Logic).
b. Logika formal, metalogika, logika terapan (Formal logic,
metalogic, and applied logic) yang terdiri dari: logika formal (Formal
logic), metalogika (Metalogic), logika terapan (Applied logic),
- Matematika
(Mathematics).
a. Sejarah dan landasan matematika (History and foundations
of mathematics) yang terdiri dari: sejarah matematika (History of
mathematics), landasan matematika (Foundations of mathematics).
b. Cabang-cabang matematik (Branches of mathematics)
meliputi: Teori Himpunan (Set Theory), Aljabar (Algebra),
Geometri (Geometry), Analisis (Analysis), Kombinatorika dan teori
bilangan (Combinatories and number theory), Topologi (Topology),
c. Penerapan-penerapan matematika (Application of mathematics),
meliputi: Matematika sebagai suatu ilmu berhitung (Mathematics as a
calculatory science), Statistika (Statistic), Analisis numeris (Numerical
analysis), Teori automata (Automata theory), Teori matematis
optimisasi (Mathematical theory of optimization), Teori informasi (Information
theory), Matematika tentang teori fisika (Mathematical aspects of
physical theories).
- Ilmu
Alam (Natural Science).
a. Sejarah dan filsafat ilmu (History and philosophy of science)
yang terdiri dari: Sejarah Ilmu,
Filsafat ilmu
b. Ilmu-ilmu Fisika (Physical sciences) yang dapat dibagi ke
dalam: Sejarah ilmu fisika Sifat dasar dan lingkup astronomi dan astrofisika,
Sifat dasar dan lingkup fisika ,Sifat dasar dan lingkup kimia ,
c. Ilmu Bumi (the Earth science) yang membahas tentang: Sifat
dasar dan sejarah ilmu bumi, Sifat dasar, lingkup dan metode-metode ilmu Bumi
khusus d. Ilmu-ilmu Biologi yang terdiri dari: Perkembangan ilmu-ilmu
biologi , Sifat dasar, lingkup dan metodologi Ilmu Biologis Filsafat Biology
e. Ilmu Kedokteran dan disiplin ilmu yang tergabung yang membahas
tentang: Sejarah Ilmu Kedokteran , Bidang-bidang praktek atau penelitian medis
khusus , Displin ilmu yang tergabung dalam ilmu kedokteran
f. Ilmu Sosial dan psikologi (The social sciences and
psychology) yang mencakup: Perkembangan ilmu sosial, Sifat dasar
antropologi, Sifat dasar, Sifat dasar ilmu, Ilmu Politik, Sejarah dan metode
psikologi ,
g. Ilmu Teknologi (The technological sciences) yang mencakup:
Sejarah ilmu teknologi , Segi-segi akademika dan profesional dari keinsinyuran,
Sifat dasar dan cakupan ilmu pertanian, Sifat dasar dan cakupan displin antar
ilmu yang baru dikembangkan
·
Secara Umum Ilmu terbagi menjadi
1. Ilmu
Alamiah
Ilmu alamiah atau sering disebut
ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji
tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga
terbentuk konsep dan prinsip.
Ilmu alamiah terbagi atas:
Fisika ; Kimia ; Biologi ; Botani ;
Zoology ; Morfologi ; Anatomi ; Fisiologi ; Sitologi ; Histologi ; Palaentologi
2. Ilmu
Sosial
Ilmu sosial adalah sekelompok
disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia
dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena
menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda
kuantitatif dan kualitatif. Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat
secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya
dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam.
Ilmu social terbagi atas :
Antropologi ; Ekonomi ; Geografi ;
Hukum ; Linguistic ; Pendidikan ; Politik ; Psikologi ; Sejarah ; Sosiologi
3. Ilmu
Budaya
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan
yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti
kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.
Unsur-unsur kebudayaan :
System religi/kepercayaan ; System
organisasi kemasyarakatan ; Ilmu pengetahuan; Bahasa dan kesenian ; Mata
pencaharian hidup ; Peralatan dan teknologi
Sifat-sifat kebudayaan :
Etnosentis; Universal; Alkuturasi ; Adaftif
; Dinamis (flexibel); Integratif (integrasi)
B. Keluarga,
Individu, Masyarakat
v Definisi Keluarga
Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan
manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil
dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya,
tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan
makan dalam satu periuk.
Terdapat beberapa definisi keluarga dari beberapa sumber, yaitu:
Terdapat beberapa definisi keluarga dari beberapa sumber, yaitu:
- Keluarga
adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi
yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan
perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota
keluarga
- Keluarga
adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena
adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi
satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta
mempertahankan suatu budaya
- Keluarga
merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah
satu atap dalam keadaan saling ketergantungan
Suatu
keluarga setidaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Terdiri
dari orang-orang yang memiliki ikatan darah atau adopsi.
- Anggota
suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka
membentuk satu rumah tangga.
- Memiliki
satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling
berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak
dan saudara.
- Mempertahankan
suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum
yang lebih luas.
v Definisi Individu
Individu
merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.
Dalam
ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat
yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh,
suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam
kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan
yang lebih kecil.
Individu
berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam
ilmu sosial paham individu, dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia
yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya.
Dan
terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis
rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan.
Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya. Apabila pola tingkah
lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan.
Individu
dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: pertama
menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya. Kedua takluk
terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi masyarakat. Dengan demikian manusia
merupakan mahluk individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga,
tetapi merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan
kecakapannya.
Pengertian
Individu Menurut Para Ahli
1.
Menurut Viniagustia
Merupakan
suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyataan suatu kesatuan yang paling
kecil dan terbatas.
2.
Menurut Marthen Luter
Individu
berasal dari kata individum (Latin), yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi
lagi. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri
sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan tuhan di dalam dirinya selalu
dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan
rukun.
-Raga,
merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu
yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.
-Rasa
atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri,
mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan
alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
-Rukun
atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup
berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun
inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok sosial yang
sering disebut masyarakat
§ Definisi
Masyarakat
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang
merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai
kepentingan yang sama
.Seperti;
sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat
Masyarakat
juga merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup
manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri
berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata
Arab masyarakat berarti saling
bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.
Dalam
ilmu sosiologi kita kit mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu ::
Masyarakat Paguyuban terdapat hubungan pribadi
antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka
Masyarakat
Patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
-Definisi
Masyarakat menurut para ahli :
·
Menurut
Selo Sumarjan (1974) masyarakat
adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan
·
Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup
manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang
bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
·
Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok
manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu
membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu
kesatuan sosial.
·
. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang
menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya
pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi
·
Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan
objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
·
Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia
yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal
di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian
besar kegiatan di dalam kelompok
v Karakteristik Keluarga, Individu,
Masyarakat
· Karakteristik
Keluarga
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh
hubungan darah, perkawinan atau adopsi
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.
·
Karakteristik Individu
Setiap
individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan
karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan
merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang
menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
·
Karakteristik Masyarakat
Hidup Berkelompok
Melahirkan Kebudayaan
Mengalami Perubahan
Manusia Yang Berinteraksi
Terdapat Kepimpinan
Adanya Stratifikasi Sosial
v
Peranan
Keluarga & Individu dalam Masyarakat
§ PERANAN
INDIVIDU TERHADAP KELUARGA
Manusia adalah sebagai makhluk individu dalam arti
tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses
perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya.
Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat
berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan
saling mengadakan hubungan sosial di tengah – tengah masyarakat
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan
adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang
pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu
menjadi seorang yang berpribadi.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan
masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu,
oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang
berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada,
sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu
mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat
yang cukup majemuk.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling
berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling
keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa
melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga
sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil
dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu
berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti
keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah
dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai
perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan
anggota kelompok atau anggota masyarakat.
§ PERANAN
INDIVIDU TERHADAP MASYARAKAT
Setiap individu dalam masyarakat mempunyai peran
dan kedudukan yang berbeda. Peran adalah pola perilaku yang diharapkan dari
seseorang yang mempunyai posisi tertentu. Sedangkan kedudukan adalah posisi
seseorang dalam kelompok. Mengingat setiap individu mempunyai kepentingan yang
beragam, maka setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap
individu dapat berstatus dan berperan di beberapa kelompok sesuai dengan
kepentingan itu.
Setiap individu harus berperilaku atau berperan
sesuai dengan kedudukannya agar ia dapat diterima dan diakui keberadaanya.
Karena setiap organisasi mempunyai aturan sendiri, maka sanksi yang diberikan
oleh setiap organisasi kepada anggota yang melanggar pun berbeda pula. Sanksi
ini bertujuan menjaga keutuhan, keseimbangan, kestabilan kelompoknya sehingga
tujuan kelompok dapat tercapai
Dalam kehidupan sehari – hari, setiap orang
mempunyai peran dan tugas yang berbeda. Tugas seorang Dokter berbeda dengan
guru, petani ,supir atau TNI/POLRI. Tetapi masing-masing saling membutuhkan,
saling bekerja sama untuk mencapi tujuan yang sama yaitu terpenuhinya kebutuhan
dan mencapi kesejahteraan.
Dengan demikian peran dan kedudukan sangat penting
untuk menjaga keseimbangan dan integritas social. Kedudukan atau status
seseorang dalam masyarakat ada 2 macam:
·
Ascribed status, yaitu kedudukan yang
diperoleh tanpa melalui perjuangan atau usaha sendiri.
Biasanya diperoleh
melalui kelahiran, seperti anak yang bergelar raden, otomatis anaknya juga
bergelar raden. Seorang anak menjadi raja karena ayahnya adalh raja. Seorang
anak yang berasal dari kasta sudra walaupun ia mempunyai kepintaran dan
ketrampilan yang tinggi. Status ini sering pula disebut status yang tertutup,
karena setiap orang tidak bisa menjadi anggota secara bebas. Perkawinan
biasanya adalah cara untuk masuk ke dalm status ini.
·
Achieved status, yaitu kedudukan
yang diperoleh melalui usaha atau perjuangan sendiri.
Seseorang menjadi
direktur sebuah perusahaan karena memang ia rajin dan ulet. Status seseorang
menjadi guru karena ia berhasil masuk dan belajar dengan baik di sekolahnya.
Status ini bersifat terbuka artinya setiap orang dapat mencapainya atau
meraihnya karena kemampuan masing-masing individu dalam beprestasi.
Setiap status dan kedudukan mempunyai seperangkat
symbol atau lambang yang dapat mencerminkan statusnya. Seperti orang yang
berstatus ekonomi tinggi tercermin dari bentuk dan luas rumah, seorang guru
tercermin sikap dan pakainnya, seorang TNI/POLRI dari kegagahan dan pakaiannya,
seseorang dari golongan ningrat akan tampak dari cara berbicara dan sopan
santunnya. Banyak symbol yang dapat mencerminkan status atau kedudukan
seseorang dalam masyarakat.
Dengan demikian status dapat disebabkan oleh
posisinya dalam pekerjaan, pemilikan kekayaan, agama dan faktor bilogis seperti
jenis kelamin.
§
Permasalahan sosial yang ada
dalam kehidupan bermasyarakat
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan
atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi
bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan
sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Adanya masalah sosial dalam masyarakat
ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh
masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain
sebagainya.
Contoh dari masalah yang sering timbul dalam kehidupan bermasyarakat adalah
kemiskinan dan kriminalitas
Banyak
sekali rakyat-rakyat miskin yang ada di negara kita, hal itu di sebabkan oleh
banyaknya angka pengangguran dan minimnya pengetahuan yang mereka dapatkan,
yang menyebabkan mereka hidup serba kekurangan, karena tidak mempunyai
pekerjaan, tidak mempunyai bekal pengetahuan dan juga keahlian yang mereka
miliki. Bagi para lulusan SMA maupun mahasiswa saja terkadang sulit untuk
mendapatkan lapangan pekerjaanlebih sulit lagi bagi mereka yang tidak mengenyam
pendidikan sama sekali. Di kota Kakarta saja sudah penuh dengan para pengemis,
perampok, jambret yang ada di setiap
stasiun, pinggir jalan maupun tempat rekreasi, mereka tidak punya pekerjaan dan
tempat tinggal, mereka menghabiskan kehidupan mereka di jalanan, beberapa ada
juga orang yang bekerja keras menjadi pengumpul barang bekas, dari pada harus
menjadi pengemis, walapun bayarannya tidak seberapa, tapi mereka menjalanin
pekerjaannya dengan semangat. di bandingkan dengan orang-orang yang memilih
menjadi gelandangan atau perampok, banyak sekali lapangan pekerjaan d jakarta,
tetapi banyak yang sudah penuh atau tidak menerima pegawai-pegawai baru, dan
kebanyakan juga yang membutuhkan pegawai baru tapi memerlukan pegawai yang
berpendidikan dan memiliki keahlian, banyak juga lapangan pekerjaan di
pabrik-pabrik yang hanya membutuhkan para pegawai lulusan SMA, namun gaji yang
mereka dapat lebih kecil di banding dengan pegawai-pegawai kantor, padahal
pekerjaan yang para pegawai atau buruh pabrik lebih menguras tenaga
dibandingkan dengan pegawai kantor, hanya saja para pegawai kantor lebih
menitik beratkan pada kinerja berfikir mereka, bukan tenaga melainkan pikiran
dan apabila anda bandingkan jam kerja mereka sangat lah jauh perbedaannya, para
buruh biasanya bekerja hampir setengah hari bahkan bisa sehari penuh apa bila
ada lembur, sedangkan para pegawai kantor, biasanya hanya bekerja dari pagi
hingga sore, kadang ada yang hanya bekerja 5 sampai 6 jam saja.
§ Alternatif
Penganggulangan Masalah
Menurut masalah diatas, dimana
maraknya masalh kemiskinan di kalangan masyarakat. Kita dapat membuat berbagai
solusi untuk mengatasinya untuk setiap individu, diantaranya :
1.
Memupuk sifat pekerja keras
orang yang
berhasil adalah oang yang mau bekerja keras. Setiap oang harus berjuang dan
bekerja keras untuk menjamin kehidupannya dan keluarganya
2.
Berpendidikan dan Memiliki Keahlian
Orang yang
berpendidikan pasti akan memiliki keahlian disuatu bidang yang dilakoninya.
Tidak hanya mempelajarinya, kita juga harus menguasai hal-hal yang telah kita
pelajari supaya kita bisa berhasil mencapai suatu kesuksesan
3.
Jujur dan Berdedikasi
Dan berikut
juga solusi yang bisa diberikan pemerintah untuk menanggulangi masalah sosial
yang terjadi sekarang ini :
1.
Membuka lebih banyak lapangan pekerjaan
2.
Membuat suatu lembaga untuk mengembangkan keahlian masyarakat
3.
Membuat peraturan untuk meningkatkan upah/gaji minimum
untuk para pegawai
4.
Memberikan sosialisasi untuk memajukan pemikiran
masyarakat untuk mau lebih berjuang memajukan kehidupannya dan keluarganya
Daftar
Pustaka :
https://yenibeth.wordpress.com/2008/06/15/konsep-keluarga/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar